LAPORAN HASIL SURVEY IKM

PENDAHULUAN

Latar Belakang

    Sebagai salah satu Tolak ukur untuk menilai tingkat kualitas pelayanan dan berdasarkan undang-undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan Publik yang menegaskan bahwa penyelenggaraan berkewajiban melakukan penilaian kinerja penyelenggaraan pelayanan publik secara berkala.

          Penilaian kinerja penyelenggaraan pelayanan publik menggunakan bahan penilaian  terhadap unsur Pelayanan yang masih perlu sebagai perbaikan dan menjadi pendorong setiap unit penyelenggara pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Indeks Kepuasan  Masyarakat ( IKM ) adalah data informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang di peroleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aperatur penyelenggara pelayanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhannya. Survey IKM bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja unit pelayanan secarara berkala sebagai bahan untuk menetapkan kebijakan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik selanjutnya.

          Mengingat fungsi utama pemerintah adalah melayani masyarkat, maka pemerintah perlu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, dengan ditetapkannya Peraturan Bupati Polewali Mandar Nomor 22Tahun 2013 tentang PEDOMAN PENGELOLAAN PENGADUAN PELAYANAN PUBLIK DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR diharapkan memberikan dampak nyata yang luas terhadap peningkatan pelanyanan publik kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Polewali Mandar.

          Dalam rangka mengevaluasi kinerja pelayanan publik, pemerintah telah mengeluarka Keputusan Mentri dalam Pendayagunaan Aperatur Negara Nomor KEP/25/M.PN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat ( IKM ). Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan diperlukan langkah strategi untuk mendorong upanya perbaikan pelayanan publik melalui pengukuran indeks Kepuasan Masyarakat.

I.  JADWAL KEGIATAN SURVEI IKM

NO KEGIATAN TANGGAL PELAKSANAAN
1 Persiapan

03-04 Februari 2018

2 Pengumpulan Data/Survey IKM

01 Maret-02 Okotber 2018

3 Pengolahan Data

07-08 Oktober 2018

4 Penyusunan dan Pelaporan

10-30 Oktober 2018

II.   METODE PELAKSANAAN SURVERY

a.   Populasi dari survey yang dilakukan adalah seluruh ASN yang datang dan mendapatkan  layanan selama masa survey.

b.   Sampel masyarakat yang disurvey atau yang dijadikan survey dari populasi yang disebutkan.

c.   Metode Sampling dalam servey ini metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel  populasi dimana seluruh populasi menjadi sampel hal ini menjamin tingkat akurasi data dengan tingkat kepercayaan 98% – 100%.

III.  LOKASI SURVEY, TEKNIK PELAKSANAAN SURVEY

a.   Lokasi Survey ;

      Lokasi pengumpulan data, dilaksanakan di dalam gedung Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan.

b.   Teknik Pelaksanaan Survey ;

     Sambil menunggu kepastian informasi kelengkapan berkas dan bukti penerimaan berkas pemohon diminta melakukan pengisian kusioner.

IV.    KARAKTERSTIK RESPONDEN

         1.   Karekteristik Jenis Kelamin Responden

NO JENIS KELAMIN JUMLAH
1 Laki – laki 16
2 Perempuan 14
J U M L A H 40

2.      Karekteristik Pendidikan Terakhir Responden            

NO PENDIDIKAN TERAKHIR JUMLAH
1 SD
2 SMP
3 SMU 19
4 D3 02
5 S1 09
6 S2
J U M L A H 30

V.     PENGOLAHAN DATA

         a.   Metode Pengolahan Data

Data yang telah terkumpul dilakukan pengolahan data untuk mengetahui nilai Indeks Kepuasan Masyarakat. Nilai IKM di dapatkan dari nilai rata-rata tertimbang masing – masing ke 14 unsur pelayanan. Setiap unsur Pelayanan memiliki penimbangan yang sama dengan rumus :

BOBOT NILAI RATA-RATA TERTIMBANG = JUMLAH BOBOT = 1 = 0,071

              JUMLAH UNSUR

Selanjutnya untuk mendapatkan nilai IKM dilakukan perhitungan dengan rumus sebagai berikut ;

IKM = Total dari Nilai Persepsi / perunsur X Nilai Penimbang total Unsur yang terisi.

Untuk memudahkan interprestasi terhadap penilaian IKM yaitu antara 25-100, maka hasil penilaian di konversi dengan nilai dasar 25 dengan rumus “IKM Unit Pelayanan x 25”

b.   Nilai Persepsi, Interval IKM, Interval Konversi IKM, Mutu Pelayanan dan Kinerja Unit Pelayanan.

1 1.00-1.75 25-43.75 D Tidak Baik
2 1.76-2.50 43.76-62.50 C Kurang Baik
3 2.51-3.25 62.51-81.25 B Baik
4 3.26-4.00 81.26-100.00 A Sangat Baik

VI.    ANALISIS DATA

Berdasarkan hasil survey di dapat hasil sebagai berikut ;

Dari hasil pengelolahan data yang dilakukan didapatkan jumlah nilai sebagai berikut ;

JUMLAH NILAI PER UNSUR PELAYANAN
01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14
3.3 0 3.1 0 3.2 3 3.3 0 3.4 7 3.2 0 3.0 7 3.0 0 3.3 3 3.0 3 3.0 3 3.1 3 3.0 3 3.00
JUMLAH NILAI PER UNSUR PELAYANAN
01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14
99 93 97 99 104 96 92 90 100 91 91 94 91 90
JUMLAH NILAI PER UNSUR PELAYANAN
01 02 03 04 05 06 07 08 09 01 01 01 01 01
0.23 4 0.2 3 02 4 0.2 3 02 3 02 3 02 3 02 3 02 4 02 3 02 5 02 5 02 5 02 5

Dari Data tabel tersebut setelah diolah mengunakan program exel yang ada di dapatkan nilai seperti di bawah ini ;

I K M 78.51
MUTU B
KINERJA BAIK

         14 Unsur pelayanan yang telah diukur yaitu ;

               a.   Prosedur Pelayanan

b.   Penguasaan Peraturan Pelayanan

c.   Persyaratan Pelayanan

d.   Kedisiplinan Petugas Pelayanan

e.   Tangung Jawab Petugas Pelayanan

f.    Kemampuan Petugas Pelayanan

g.   Kecepatan Pelayanan

h.   Keadilan Mendapat Pelayanan

i.    Kesopanan dan Keramahan Petugas

j.    Kewajaran Tarif Pelayanan

k.   Kepastian Taris Pelayanan

l.    Kepastian Jadwal Pelayanan

m.  Kenyamanan Lingkungan

n.   Keamanan Pelayanan.

     Diperoleh hasil Skor Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) : 78,51. Maka kinerja unit pelayanan ini berada dalam mutu Pelayanan A dengan Kategori BAIK, karena dalam nilai interval koneksi Indeks kepuasan masyarakat 62,51-81,25 dapat di lihat bahwa unsur yang memiliki nilai (NRR) tertinggi adalah unsur kewajaran biaya pelayanan, Kepastian Biaya Pelayanan, Kepastian Jadwal Pelayanan (rata-rata 3,1) sedangkan unsur dengan nilai rata-rata (NRR) terendah adalah unsur persyaratan pelayanan dan unsur kedisiplinan petugas pelayanan mendapatkan pelayanan (rata-rata 3,3).

     Dalam upanya meningkatkan kualitas pelayanan, maka yang perlu diperioritaskan adalah pada unsur yang mempunyai nilai paling rendah. Sedangkan unsur yang mempunyai nilai cukup tinggi harus tetap dipertahankan. Dari 14 (empat belas) unsur yang ditetapkan seluruhnya selain dari 2 (dua) unsur tadi, dapat di kategorikan sudah mencukupi unsur nilai Indeks Kepuasan Masyarakat di atas 2,51 mutu pelayanan “B” (Baik)

     Proses menciptakan pelayanan publik yang berkualitas, maka ke-14 unsur pelayanan di atas harus terus diperhatikan dan bila perlu makin ditingkatkan kembali khususnya unsur yang masih tergolong rendah nilainya.

VII.    KESIMPULAN

       Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan, maka yang perlu diperioritaskan adalan pada unsur yang mempunyai nilai paling rendah, sedangkan unsur yang mempunyai nilai cukup tinggi harus tetap dipertahankan  dari 14 (empat belas) unsur yang ditetapkan seluruhnya selain dari 2 (dua) unsur tadi dapat di katagorikan sudah mencukupi unsur nilai indeks kepausan masyarakat di atas 62,51 %  mutu pelayanan “B” (baik).

       Proses menciptakan pelayanan publik yang berkualitas, maka ke-14 unsur pelayanan di atas harus terus di pertahankan dan bila perlu makin ditingkatkan sebaliknya khususnya unsur yang masih tergolong rendah nilainya akan dilakukan perbaikan.

                                                                                                Koordinator Tim Survey IKM

                                                                                                s